Minggu, 10 Maret 2013

PROSES ASURANSI

KASUS :
    Terdapat 10 orang yang ingin menyatuni apabila diantara ke-10 orang tersebut ada yang meninggal. Tiap orang melakukan iuran sebesar Rp 10.000 per tahun sehingga total yang diperoleh sebesar Rp 100.000. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada pengelola yang bernama Siti. Bagaimana cara si Siti mengatur uang tersebut sehingga tiap orang yang meninggal memperoleh uang pertanggungan (UP) yang sama sebesar  Rp 22.000 sebagai santunan?

      Apabila terdapat 1 anggota yang meninggal, maka ia akan mendapat uang sebesar Rp 100.000. Kini, jumlah anggota tersebut berkurang satu sehingga menjadi 9 orang. Suatu hari, 1 orang diantara 9 orang tersebut meninggal, maka ia akan mendapat uang sebesar Rp 90.000 (lebih kecil dari orang pertama yang meninggal). Begitu seterusnya, hingga tinggal 1 orang yang tersisa, yang berakibat kerugian pada orang terakhir tersebut. Jika hal ini dilakukan oleh Siti, maka Siti sebagai pihak pengelola dikatakan TIDAK FAIR. Oleh karena itu, Siti harus melakukan INVESTASI sebesar Rp 100.000 yang diperoleh dari anggota/nasabah. Tujuan investasi disini adalah untuk menjaga nilai uang yang sebesar Rp 100.000 dapat diperoleh tiap anggota/nasabah yang meninggal di hari esok. 

Investasi ini dilakukan sesuai kesepakatan sebagai berikut:
  • Jangka waktu : 10 tahun
  • Premi : Rp 10.000/orang untuk per tahun
  • Tingkat bunga premi : 10% per bulan
  • Uang Pertanggungan (UP) : Rp 22.000
  • Kemungkinan meninggal (probability mati) : 10% per tahun. Probability kematian ini dilihat berdasarkan aturan tabel Mortalitas yang merupakan tabel yang berisi berapa kemungkinan orang meninggal dalam jangka waktu tertentu.
  • Tingkat bunga investasi : 6% (sebesar Rp 6.000) 

Dari investasi berikut, Siti akan mendapat keuntungan, yakni:
  • Jika terdapat nasabah yang meninggal dalam 1 tahun, jumlah uang Siti per tahun sebesar Rp 84.000.
  •  Jika terdapat nasabah yang tetap HIDUP dalam 1 tahun, jumlah uang Siti per tahun sebesar Rp 34.000. Hal ini dikarenakan Siti membagi uang premi sebesar Rp 5.000/orang kepada masing-masing nasabah yang diperoleh dari uang Siti sebelumnya (Rp 84.000).
     


      TOLAK UKUR yang harus Siti perhatikan dan dicek dari awal nasabah ingin mendaftar adalah sebagai berikut:
  • Usia (Probabilitas usia tua lebih besar dibanding usia muda)
  • Ekonomi (Dibawah garis kemiskinan lebih besar tingkat kematiaannya)
  • Pola Hidup (e.g: Smoker dengan No Smoker)
  • Kesehatan ( Yang punya penyakit berat lebih besar tingkat kematiannya, e.g: Struk, Jantung, Ginjal)
  • Jenis Kelamin (Pada umumnya, tingkat kematian laki-laki lebih besar daripada perempuan)
  • Hobi (Hobi yang berisiko tinggi, e.g: Rock Climbing, Diving)
  • Pekerjaan (Pekerjaan yang berisiko tinggi, e.g: Pilot, Tentara, Penambang)
  • Culture (Berdasarkan riset, culture di negara atau masyarakat Religius biasanya tidak ikut asuransi di setiap agama, kecuali Atheis :p)
Proses pengecekan tolak ukur hingga menentukan tabel Mortalita disebut dengan proses Underwriting. Dari proses Underwriting, yang menentukan iuran sebesar Rp 10.000 sehingga memperoleh Rp 22.000 dengan tingkat bunga 10% tersebut disebut dengan Aktuaris (orangnya) atau Aktuaria (prosesnya).
Selanjutnya, Siti harus memiliki kemampuan untuk memprediksi besarnya uang tersebut di masa mendatang (iurang, bunga, premi, dan tingkat kematian). Faktor yang harus diperhatikan dan dihitung oleh Siti adalah sebagai berikut: 
1. Future Value (FV) & Present Value (PV)

      
2. Risk 
Terdapat bayi yang berjumlah 1.000 orang di usia 0 tahun. Di usia 1 tahun, bayi tersebut berkurang menjadi 900 orang. Probabilitas kematiannya adalah 0,1 per mil.
  •  Berapa probabilitias bagi yang hidup? 

Probabilitas hidup adalah 0,9 per mil yang diperoleh dari 1 - 0,1 per mil.
  • Berapa besarnya iuran yang harus dibayar oleh orang tua si bayi jika ingin mendapat santunan kematian bayi sebesar Rp 100.000?
 
  • Berapa premi yang diperoleh orang tua si bayi jika bayi mereka tetap hidup?


3. Biaya Operasional 
Di bidang Industri Asuransi Jiwa dihitung dari persentase * Mortalitas (tingkat kematian) atau persentase * Morbilitas (tingkat kehidupan).
Biaya Operasional dikenal dengan Loading Factor.


MOTIVASI BERASURANSI yang besar terdiri dari:
  • Below the line (meningkatkan kemampuan ekonomi)
  • Makmur (menjaga kemampuan ekonomi)

Dalam perkembangannya, Asuransi secara umum terdiri dari 3, yakni:
  1. Life (Asuransi Jiwa),                                                                                           mengcover jiwa hidup dan matinya seseorang. Dasarnya adalah tabel mortalita. Lini Bisnisnya adalah BERJANGKA, jika si A hidup, maka si A tidak dapat apa-apa, tetapi jika si A meninggal, maka si A mendapat santunan. ENDOWMENT (kebalikan dari Berjangka), jika si A mati, maka si A tidak dapat apa-apa, tetapi jika si A hidup, maka si A mendapat asuransi. DWIGUNA, si A hidup atau meninggal, si A tetap akan mendapat asuransi.
  2. ReAsuransi (Nasabah Perusahaan Asuransi)
    dapat mengcover keduanya.
  3. General,
    mengcover harta benda. Dasarnya adalah statistik tertentu. Misalnya : kemungkinan rumah terbakar atau kecelakaan mobil di suatu wilayah. Lini Bisninya adalah Car, Properties, dan Bussines Risk.
Ada produk atau jenis yang dapat dilakukan oleh Life dan General, yaitu:
  • Health
    Di Indonesia hanya ada satu yaitu AsKes (Asuransi Kesehatan) yang ditanggung pemerintah bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Tetapi, di luar negeri, kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah bagi seluruh warganya.
Cacat HEALTH berkaitan dengan RISK.
  • Personal Accident 
       Asuransi yang diberikan bagi pegawai saat bekerja. Contohnya di salah satu perusahaan elektronik, pegawai yang mengalami putus tangan, jari, dan lain sebagainya akan mendapatkan santunan dari perusahaan tersebut.


    Prinsip utama asuransi adalah kemampuan ekonominya dibanding dengan risiko yang muncul. Prinsip yang digunakan dalam berasuransi yaitu:
  1. Ekonomi
  2. Janjian
  3. Risk Terukur
  4. Kesamaan
  5. Ganti Kerugian
  6. Benefiaciany (Penerima Manfaat), Contoh : 
        Si Ichigo diasuransikan (tertanggung), Uruhara yang membayar asuransi (pemegang polis), Rukia yang menerima keuntungannya jika Ichigo meninggal (benefiaciany). Rukia berkepentingan terhadap hidup dan matinya Ichigo karena Rukia adalah istri atau saudara kandungnya Ichigo. Sedangkan, Uruhara berkepentingan terhadap Ichigo karena ia adalah orang tua dari Ichigo. Semua itu harus ada kepentingan yang disebut dengan Insurable Interest. Pemegang Polis dapat merangkap sebagai Tertanggung juga, tetapi Tertanggung tidak dapat merangkap sebagai Benefiaciany. Pemegang Polis juga dapat merangkap sebagai Benefiaciany tetapi sering menjadi kejahatan asuransi.
  7. Tertanggung
  8. Insurable Interest
  9. Normal (kematiannya)


Secara prinsip ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dimiliki asuransi adalah:
  • Nasabah / Klien, terdiri dari Penutupan/Pertanggungan & Klaim
  • Tabel Risk
  • Data Investasi

Faktor Premi terdiri dari 3, yaitu:
  1. Risk
  2. Tingkat Bunga
  3. Loading Factor
Premi dari periode ke periode harus selalu naik sejalan dengan tingkat risiko agar bisa memenuhi uang pertanggungan (UP). Berikut ini adalah grafik yang menunjukkan premi yang selalu naik dan UP yang semakin besar:









0 komentar:

Posting Komentar