Selasa, 17 Januari 2012

Mengunyah Permen Karet Bikin Nilai Ujian Lebih Bagus ???


REPUBLIKA.CO.ID,    
NEW YORK
Ingin nilai ujian sekolah Anda lebih tinggi? 
        
  Mengunyah permen karet mungkin bisa dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ujian Anda. 

     Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Appetite, menemukan bahwa siswa yang mengunyah permen karet selama lima menit sebelum ujian, memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan temannya yang tidak.

       Menurut asisten profesor psikologi di Universitas St Lawrence University Canton, New York, Serge Onyper, permen karet dapat meningkatkan kinerja otak. Dilaporkan dalam laman berita HelathDay News, mengunyah dapat meningkatkan 'gairah' agar otak bisa bekerja lebih baik selama 20 menit.

      Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa semua jenis aktivitas fisik meningkatkan kinerja otak. Studi ini semakin memantapkan bahwa aktivitas ringan seperti mengunyah juga bisa meningkatkan kinerja otak.

    Namun, jangan mencoba untuk selalu mengunyah permen karet sepanjang tes. Penelitian ini hanya merekomendasikan mengunyah permen karet selama lima menit sebelum ujian dimualai saja. Mengunyah dan berfikir merupakan dua aktivitas yang cukup berlawanan, sehingga melakukan aktivitas ini bersama tidak disarankan dalam penelitian ini.

Minggu, 15 Januari 2012

SAAT KAU BERUMUR


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kubur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu 
dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian 
yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain 
di kubangan lumpur dekat rumah.


Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak, “nggak mau!!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, 
dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.


Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV 
khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai dia keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut 
karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk campingmu 
selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah menelponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.


Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan 
tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan 
mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari gerbang 
agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini ?”.
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah, Ibu cerewet amat sih, 
ingin tahu urusan orang!”.


Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus 
untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan “Aku tidak ingin seperti Ibu!”.
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru 
saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau Tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture 
untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan 
bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Aduuh, bagaimana Ibu ini, 
kok bertanya seperti itu?”.
Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.


Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasihat 
bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kau katakan padanya, 
“Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”.
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan 
pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu”.
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan 
sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.


Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam hatimu bagaikan palu godam.
 
 

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI !!!
 
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Yuuk, sahabat ...
Kita bermuhasabah diri atas apa yang telah kita persembahkan untuk sang bunda
Semoga puisi indah ini dapat menjadi inspirasi kita semua. Aaamin :)

Sabtu, 14 Januari 2012

Program Pascal Paling Sederhana

             Suatu program Pascal yang paling sederhana adalah program yang hanya terdiri dari sebuah bagian pernyataan saja. Bagian pernyataan (statement port) merupakan bagian yang terakhir dari suatu blok. Bagian ini diawali dengan kata cadangan (reserved word) BEGIN dan diakhiri dengan END.

               Jadi suatu program Pascal yang sederhana dapat berbentuk:

                    begin
              writeln ('Saya Pascal');
            end. 

              
            Bila program ini dijalankan, maka akan ditampilkan tulisan di layar sebagai berikut :

                   Saya Pascal                   
 

       Bagian pernyataan ini menunjukkan suatu tindakan yang akan dikerjakan oleh komputer. Tindakan yang dilakukan oleh program tergantung dari instruksi-instruksi yang diberikan. Pernyataan atau statemen (statement) merupakan instruksi program. Pernyataan-pernyataan yang akan diberikan untuk dikerjakan oleh komputer ditulis diantara kata cadangan BEGIN dan END. Akhir penulisan dari END diakhiri dengan titik.

            Bentuk umum dari bagian pernyataan ini adalah sebagai berikut :

                    begin
               statemen;
                  .
                  .
                  .
            end.

  

        Contoh :  
                    begin
               writeln ('Selamat Datang');
               writeln ('--------------');
            end.


        Bila program ini dijalankan, maka akan ditampilkan tulisan di layar sebagai berikut :
      
                Selamat Datang
                --------------


         Yang perlu kalian perhatikan adalah setiap statemen per barisnya diakhiri dengan  titik koma ( ; ).


          Program  Pascal  tidak  mengenal  aturan  penulisan  di kolom tertentu, jadi boleh ditulis mulai kolom berapapun. Penulisan statemen-statemen pada contoh program yang menjorok masuk beberapa kolom tidak mempunyai pengaruh di proses, hanya dimaksudkan supaya mempermudah pembacaan program, sehingga akan lebih terlihat bagian-bagiannya.

          Contoh :

                       begin
       writeln ('Saya Pascal');
           writeln ('-----------');
              end.


            Penulisan seperti diatas pun boleh, bahkan dapat juga disambung dalam satu baris.

     begin writeln ('Saya Pascal'); writeln ('-----------'); end.



           Akan tetapi, penulisan seperti tersebut tidaklah dianjurkan dan sebisa mungkin dihindari, karena tidak baik untuk dokumentasi program dan sulit untuk membacanya.           
        





Jumat, 13 Januari 2012

Judul Program pada Pascal

             Di  TURBO  Pascal,  judul   program  sifatnya   adalah  optional   dan   tidak   signifikan  di dalam program. Jika ditulis dapat digunakan untuk memberi nama program dan daftar dari parameter tentang komunikasi program dengan lingkungannya yang sifatnya sebagai dokumentasi saja. Judul program bisa ditulis, harus terletak pada awal dari program dan diakhiri dengan titik koma ( ; ).

              Contoh :

               program Contoh;
        begin
          writeln ('Turbo Pascal');
          writeln ('------------');
        end. 


              Sehingga akan menghasilkan output sebagai berikut :
       
       Turbo Pascal
       ------------
       

            Jadi,  judul  program  sifatnya  sebagai  dokumentasi  saja,  tidak  signifikan terhadap proses program. Misalnya program Anda hanya menampilkan hasil saja, tetapi tidak meminta data input pada judul program dapat didokumentasikan dengan ditulis sebagai berikut :
   
      program contoh (output);
atau 
      program contoh (layar); 


          Parameter  tentang  komunikasi  program  dengan  lingkungan  ditulis  di  dalam tanda kurung buka dan tutup ( )  dan dapat ditulis apapun dengan dipisahkan oleh koma.


             Contoh-contoh penulisan judul program yang benar :  
         program Gaji (input,output);
         program Laporan (layar, cakram, printer, plotter);
             

Struktur Program Pascal

      Struktur dari suatu program Pascal terdiri dari :
      >> Judul program (program heading) 
      >> Blok program (program block) / badan program (body    
         program)

          Blok program dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu :
      1. Bagian deklarasi (declaration part)
      2. Bagian pernyataan (statement part).

     Bagian deklarasi dapat terdiri dari deklarasi label (labels declaration), definisi konstanta (constants definition), definisi tipe (type definition), deklarasi variabel (variables declaration), deklarasi prosedur (procedures declaration), dan deklarasi fungsi (function declaration).

      Secara ringkas, struktur suatu program Pascal dapat terdiri dari :
       ____________________________________________
      |                                            |
      |         1. JUDUL PROGRAM                   |
      |         2. BLOK PROGRAM                    |
      |            a. Bagian DEKLARASI             |
      |               - Deklarasi Label            |
      |               - Definisi Konstanta         |
      |               - Definisi Tipe              |
      |               - Deklarasi Variabel         |
      |               - Deklarasi Prosedur         |
      |               - Deklarasi Fungsi           |
      |            b. Bagian PERNYATAAN            |
      |                                            |
      |____________________________________________|   





# TIPS & TRIK :
 Untuk menghafal urutan pada "Bagian Deklarasi", saya biasanya membuat 
 singkatan, yakni :
                             LAh  KO'  si  PERI   PROmoSI     


 LAh    ---------->   LABEL
 KO'     ---------->   KONSTANTA
 si      
 PE      ---------->    TIPE
 RI       ---------->    VARIABEL
 PRO   ---------->    PROSEDUR
 mo
 SI       ---------->    FUNGSI
              
    <<   Semoga Bermanfaat ya TIPS & TRICK singkatannya   \\(^,^)//   >>







Selasa, 10 Januari 2012

Perkembangan Pascal

        Pascal adalah bahasa tingkat tinggi (high level language) yang orientasinya pada segala tujuan. Dirancang oleh Profesor Niklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland. Nama Pascal diambil sebagai penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematik dan philosophi terkenal abad 17 dari Perancis.

Niklaus Wirth


Blaise Pascal


       Profesor Niklaus Wirth memperkenalkan kompiler bahasa Pascal pertama kali untuk komputer CDC 6000 (Control Data Corporation) yang dipublikasikan pada tahun 1971 dengan tujuan untuk membantuk mengajar program komputer secara sistematis, khususnya untuk memperkenalkan pemrograman yang terstruktur (structured programming). Jadi, Pascal adalah bahasa yang ditujukan untuk membuat program yang terstruktur. 

CDC 6000 (Control Data Corporation)

     Dalam waktu yang singkat, Pascal telah menjadi bahasa yang populer dikalangan pelajar universitas (termasuk saya ^^ hehe) dan merupakan bahasa yang diajarkan di beberapa perguruan tinggi. Beberapa profesional komputer juga mulai beralih ke bahasa Pascal. Kenyataannya, Pascal merupakan bahasa yang paling cepat populer dibanding dengan bahasa-bahasa komputer tingkat tinggi lainnya.

        Standar Pascal adalah bahasa Pascal yang didefinisikan oleh K. Jensen dan Niklaus Wirth. Penerapan nyata dari standar Pascal banyak yang berbeda seperti apa yang telah didefinisikan oleh K. Jensen dan Niklaus Wirth. Standar Pascal di Eropa didefinisikan oleh ISO (International Standards Organization) dan di Amerika oleh kerjasama antara ANSI (American National Standard Institute) dengan IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers).

      Beberapa versi dari Pascal telah beredar di pasaran, diantaranya UCSD Pascal (University of California at San Diego Pascal), MS-Pascal (Microsoft Pascal), Apple Pascal, TURBO Pascal, dan lain sebagainya. Sampai saat ini, untuk komputer-komputer mikro dan personal, TURBO Pascal merupakan versi bahasa Pascal yang paling populer dan banyak digunakan. Kompiler TURBO Pascal banyak digemari, karena terutama bersifat interaktif, seperti interpreter saja layaknya. Selain itu, TURBO Pascal mengikuti definisi dari standar Pascal seperti yang didefinisikan oleh K. Jensen dan Niklaus Wirth di Pascal User Manual dan Report. TURBO Pascal adalah copyright oleh BORLAND Inc.

UCSD Pascal



MS-Pascal



Apple Pascal



TURBO Pascal
          





               




Selasa, 04 Oktober 2011

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah

Keadaan sosial di Indonesia masih menjadi masalah utama dalam pemerintahan Indonesia, seperti kemiskinan ataupun kelaparan. Tak hanya itu, masalah yang terjadi secara alami pun menjadi penyebab keadaan sosial yang buruk, sebut saja bencana alam yang sering terjadi seperti halnya banjir, tanah longsor, atau pun tsunami. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tidak dapat melestarikan alam.
                 Pemberdayaan masyarakat miskin/kurang mampu tidak dapat dilakukan dengan hanya melalui program peningkatan produksi, tetapi juga pada upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat miskin. Terkait dengan upaya tersebut, maka keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi sangat penting untuk melakukan sinergi dengan lembaga pemerintah. Dalam proses pendampingan pemberdayaan masyarakat miskin, LSM masih menghadapi kendala baik eksternal maupun internal. Peran LSM di Indonesia mengalami perkembangan dan transformasi fungsi, sesuai dengan paradigma pembangunan. Kondisi dan paradigma yang ada saat ini adalah terbukanya era globalisasi ekonomi yg diwujudkan dengan adanya proses internasional produksi, perdagangan, dan pasar uang.
                 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merupakan organisasi jasa sukarelawan untuk membantu sesama dalam mengurangi masalah sosial seperti kemiskinan. Organisasi jasa sukarelawan ini termasuk ke dalam organisasi nirlaba atau organisasi non profit. Apa itu organisasi nirlaba atau organisasi non profit?. Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).
                 Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas salah satu bagian dari organisasi nirlaba atau organisasi non profit, yaitu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Organisasi LSM ini dapat membantu pemerintah untuk mengurangi masalah sosial yang ada di Indonesia dengan visi dan misi LSM tersebut yang dapat mendidik kita sebagai manusia untuk memiliki rasa tolong-menolong dan solidaritas antar sesama manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Landasan Teori
                 Menurut Prof. Dr. Emil Salim, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup, organisasi nirlaba memainkan peranan penting dalam mengubah perilaku dan pandangan masyarakat. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain :
-          Trust terhadap pemerintah dan pengusaha menurun karena nasib rakyat kerap kali terabaikan;
-          Pembangunan terasa timpang karena lebih berat kepada pertimbangan ekonomi dibandingkan dengan kesetaraan sosial dan lingkungan hidup;
-          Teknologi informasi menumbuhkan daya kritis dan hubungan jejaring antarkelompok madani.
                        Menurut PSAK No. 45 bahwa organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. (IAI, 2004: 45.1)
                 Pada era orde baru, strategi pembangunan LSM di Indonesia menurut David Korten (1987) dikelompokkan menjadi 3 generasi, yaitu generasi bantuan dan kesejahteraan, generasi keswadayaan dalam skala lokal, dan generasi pembangunan yang berkelanjutan. Strategi pembangunan yang dikembangkan oleh LSM ini tidak terlepas dari kebijakan LSM internasional yang juga mendukung program yang bersifat karikatif.
                 Pada pasal 19 UU No. 4 tahun 1982 disebutkan : “Lembaga Swadaya Masyarakat berperan sebagai penunjang bagi pengelolaan Lingkungan Hidup”.
                 Dalam sejarah Barat, partisipasi timbul dari bawah, di kalangan masyarakat yang gelisah. Gejala itulah yang dilihat oleh Alexis de Tocqueville pada tahun 30-an abad ke-19, yakni timbulnya perkumpulan dan perhimpunan sukarela (voluntary association). Perkumpulan dan asosiasi iutlah yang kemudian menjadi “sokoguru masyarakat” (civil society). Dan apa yang disebut oleh Tocqueville itu tak lain adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang dalam masyarakat Barat ini disebut sebagai Non Goverment Organisation (ORNOP, Organisasi Non Pemerintah) dan perkumpulan sukarela (voluntary association).

2.2 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
                 LSM adalah sebuah organisasi yang didirikan pereorngan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa bertunjuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut. Jenis dan kategroi LSM, yakni Organisasi Donor, Organisasi Mitra Pemerintah, Organisasi Profesional, serta Organisasi Oposisi.
                 LSM sebagai suatu organisasi, khususnya organisasi non laba / non profit, sebenarnya tidak berbeda jauh dengan ormas, koperasi partai, bahkan dengan perusahaan. Sebagai suatu organisasi maka apa yang diharapkan adalah mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuannya tersebut maka organisasi perlu dikelola dengan baik.
                 Perjalanan LSM di Indonesia pada awal kemunculannya melalui perspektif sejarah dan mengacu pada pembagian generasi, ada yang berpendapat bahwa cikal-bakal LSM di Indonesia telah ada sejak pra-kemerdekaan. Lahir dalam bentuk lembaga keagamaan yang sifatnya sosial/amal. LSM di Indonesia dalam praktiknya juga masih terkungkung dalam wacana pembagunanisme (developmentalisme) yang tidak kritis terhadap masalah-masalah ketimpangan struktural, kelangkaan partisipasi, dan ketergantungan terhadap kekuatan diluar.
                 Tahun 50-an tercatat muncul LSM yang kegiatannya bersifat alternatif terhadap program pemerintah, dua pelopornya adalah LSD (Lembaga Sosial Desa) dan Perkumpulan Keluarga Kesejahteraan Sosial. Tahun 60-an lahir beberapa lembaga yang bergerak terutama dalam pengembangan pedesaan. Pada kurun waktu ini pula, lembaga-lembaga ini merintis jaringan kerjasama nasional, misal lahir Yayasan Sosial Tani Membangun yang kemudian berkembang menjadi Bina Desa, Bina Swadaya.
                 Dalam hal peranannya sebagai organisasi yang mempunyai peran non-politik, LSM dinilai mampu melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dalam hal penanggulangan kemiskinan. Beberapa LSM tahun 70-an yang terus senantiasa aktif melakukan pendampingan dan pemberdayaan terhadap masyarakat lemah / miskin adalah YLBHI, INFID, LP3ES, WALHI, JPPR, YTBI, dan lain-lain.
                 Permasalahan utama yang sangat mendasar dalam hal pemberdayaan masyarakat oleh LSM adalah stigma LSM yang tumbuh disebagian benak masyarakat yang masih menaruh curiga terhadap kehadiran dan aktivitas dari LSM. Pada satu sisi LSM dipersepsikan alat bagi neo liberalisme atau agen Negara Asing, hal ini dikarenakan sebagian besar dana kegiatan-kegiatan yang dilakukan LSM di Indonesia di danai oleh negara asing dan tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh NGO untuk memperoleh dana tersebut. Disisi lain, sampai saat ini tidak ada mekanisme pertanggungjawaban LSM terhadap masyarakat.
                 Dalam penjelasannya, LSM mencakup antara lain :
1.      Kelompok profesi yang berdasarkan profesinya tergerak menangani masalah lingkungan.
2.      Kelompok hobi yang mencintai kehidupan alam terdorong untuk melestarikannya.
3.      Kelompok minat yang berminat untuk membuat sesuatu bagi pengembangan lingkungan hidup.
Batasan fungsi dan peran LSM dibandingkan dengan pengertian aslinya (dalam arti NGO) menjadi teredusir. Karena keberadaan LSM terutama saat ORBA sarat dengan intervensi pemerintah, maka ada beberapa LSM yang kemudian dalam pergerakannya memakai bentuk Yayasan, karena Yayasan lebih fleksibel.
                 Sampai saat ini, peran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat masih terbatas dan belum mampu sepenuhnya dalam penanggulangan kemiskinan. Disinilah perlunya peran dan keterlibatan LSM dalam melaksanakan program dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, diperlukan pula reposisi LSM di tengah masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat dalam bentuk :
1.      LSM perlu memfasislitasi tumbuh kembangnya kelembagaan rakyat yang kuat, yang bersifat sektoral, seperti pada organisasi buruh, petani, masyarakat adat, dan lain-lain.
2.      LSM perlu tampil ke publik luas, dalam arti semakin “go public” ke masyarakat, sehingga posisi dan perannya mampu lebih dirasakan oleh masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui penyebaran brosur, pertemuan dengan masyarakat,kerja sama dengan media cetak-elektronik seluas-luasnya.
3.      LSM perlu semakin aktif dalam membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat sipil lainnya. Seperti media massa, mahasiswa, serikat buruh, petani, partai politik dengan tetap mengedepankan nilai dan sikap non-partisan.
4.      Perlunya penguatan LSM sebagai sebuah entitas dan komunitas yang spesifik di dalam masyarakat sipil, dan penguatan institusionalisasi LSM dalam hal eksistensi, sumber daya manusia, sarana, dana, dan manajemen. LSM juga perlu lebih membuka diri untuk menjadi organisasi yang lebih berakar di masyarakat.
5.      LSM juga dituntut untuk senantiasa membenahi kondisi internal dalam tubuh. Organisasinya, mengingat ini seringkali tidak diperlihatkan dalam forum evaluasi oleh LSM yang bersangkutan.
Untuk masa mendatang, hubungan antara LSM dengan kelembagaan lokal perlu dieratkan karena lembaga di tingkat lokal adalah kekuatan yang potensial bagi LSM sebagai organisasi yang indenpenden.
                 Dari refleksi yang dilakukan oleh LSM di Philipina (IIRR,1997) ada beberapa alasan mengapa kinerja atau kualitas organisasi menjadi penting, yaitu karena :
1.      Kemampuan berkompetisi atau bersaing dengan LSM lain semakin besar sebagai akibat semakin mengecilnya jumlah dana dan lembaga donor serta sumberdaya-sumberdaya lain,
2.      Kemampuan mengadaptasi perubahan lingkungan yang cepat dengan tanpa kehilangan relevansi atau indentitas masing-masing organisasi,
3.      Meningkatnya kualitas program dan pelayanan yang lebih berfokus, berdampak dan juga luas atau besar.
Apa yang direfleksikan oleh LSM di Philipina tersebut sebenarnya sama dengan yang dialami oleh LSM-LSM di Indonesia.
                 Kepemimpinan yang efektif mendorong keterlibatan dan partisipasi dari anggota, staf, serta konstituen LSM dalam seluruh kegiatan LSM untuk menjamin kesuksesan dan keberlanjutan (keberlangsungan) program dan organisasi. Anggota dan konstituen LSM perlu bekerjasama dengan eksekutif dan pengurus yayasan dalam menentukan dan membuat VISI organisasi, mengidentifikasi MISI yang akan dipilih untuk mencapai visi serta menentukan sasaran yang obyektif dan realitis.
                 Sumber daya manusia mempunyai arti semua orang yang terlibat dalam kerja LSM, yaitu eksekutif, staff, anggota, volunteer, konstituen, donor, dan pengurus yayasan. LSM perlu memberi insentif yang bervariasi untuk penghargaan yang sesuai dengan motivasi kerjanya dan juga siap memberi sanksi. Setiap LSM mempunyai budaya. Budaya ini dimunculkan dalam bagaimana bekerja, berpikir, serta berperasaan untuk mencapai misi dan respon (tanggapan) terhadap situasi yang mempengaruhi tujuan, program, dan pelaksanaannya.
                 Sistem dan prosedur keuangan harus terintegrasi dengan rencana strategis dan rencana operasional dari suatu LSM, dan harus juga sesuai dengan kebutuhan donor, serta konstituen. Suatu LSM perlu memiliki sumberdaya keuangan yang bervariasi. Telah tumbuh kesadaran dalam LSM untuk memiliki donor yang bervariasi, mengembangkan alternatif sumberdaya dalam komunitas mereka (misalnya bantuan dalam bentuk barang dan pembayaran untuk layanan yang diberikan), dan membangun kerjasama dengan perusahaan.
                 Indikator paling kuat untuk menilai efektivitas dan kesuksesan dari suatu LSM adalah kualitas layanan mereka, yaitu layanan yang sesuai diberikan dalam suatu pembiayaan yang selalu efisien. Dalam membangun hubungan kerjasama yang positif dalam konteks yang lebih besar, LSM harus dikenal oleh pihak-pihak yang tepat di dalam suatu masyarakat, menjaga kinerjanya, serta memperluas pengaruhnya melalui kerjasama dengan pemerintah, jaringan donor, dan LSM lain yang bekerja dalam sektor dan wilayah yang sama.

BAB III
DAFTAR PUSTAKA